Pages

Selasa, 24 September 2013

Jangan Dimaju Mundurin!

semoga cerita yang gue tulis ini tidak menimbulkan kerugian bagi yang membaca, seperti: perut mules, berbicara jelek, dan gangguan berpikir atau bingung.

di bagian bumi sebelah timur ada sebuah kota bernama kota MUNDUR (baca: seMUt UNDUR-ndur). kota itu hanya dihuni oleh ribuan semut dan undur-undur.

mereka punya tradisi yaitu pada setiap bulan Maret mereka akan mengadakan lomba ‘maju enak mundur seret’ (mungkin kalo kita lomba balap karung tp gak pake jalan mundur). lomba maju dengan melewati batang kayu sepanjang 7 meter dan mundur dengan melewati kerikil sepanjang 7 meter. perlombaan itu adalah warisan leluhur mereka. yang akan berpartisipasi dalam lomba itu adalah generasi mudanya. yang generasi tua hanya jadi supporter. semua generasi muda dikota itu boleh ikut, baik yg laki ato yg perempuan. *emang semut dan undur2 punya gender?*

dalam lomba tersebut, pemenang 1 akan di beri hadiah: sebongkah keju dan sekotak pasir putih serta uang tunai sebanyak Rp700. kebetulan pada perlombaan kali ini yang menjadi panitianya adalah sekelompok remaja semut.
para panitia sudah mengumumkan tanggal perlombaan tersebut pada tanggal 17 maret 1973, di papan pengumuman POSAMAN.

***

di suatu siang nan panas, semut A (salah satu panitia) sedang berkipas-kipas sambil  makan gula merah diteras. tiba-tiba ia ingat bahwa saat hari perlombaan itu dia akan menjemput kekasihnya di balik pohon mangga. lalu dengan terburu-buru dia mengusulkan kepada panitia yang lainnya, kalo sebaiknya tanggal perlombaan dimajuin jadi tanggal 13 Maret 1973. dan panitia mengetok palu tanda bahwa semua setuju.

lalu, panitia meralat tanggal perlombaan di papan pengumuman POSAMAN.

semua undur-undur yang membaca pengumuman bahwa tanggal perlombaan dimajuin kaget. tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. karna apa yg sudah diputuskan panitia tidak bisa diganggu gugat.

***

di rumah semut B. ayah dan ibunya memberi kabar kalo pada tgl 13 dan 17 Maret 1973 sodaranya di bagian bumi barat akan mengadakan pernikahan. Jadi pada tanggal itu semut B tidak bisa. dengan terburu-buru dia mengusulkan kepada panitia yang lainnya, untuk memundurkan tanggal perlombaan di tanggal 19 Maret 1973. dan lagi-lagi, semua panitia setuju.

panitia meralat tanggal perlombaan lagi. dan semua unddur-undur sangat kaget membaca pengumuman itu. ada sebagian undur-undur yang tidak terima. Karna dia merasa dimainkan oleh panitia, yang memajukan dan memundurkan tanggal perlombaan seenak pantatnya. 

saat itu juga segerombolan undur-undur menghampiri panitia. Dan melakukan demo.

karna para panitia tidak suka dengan tindakan undur-undur yang mengadakan demo tiba-tiba. semut memberi perlawanan semua undur-undur dengan menyemprotkan gas air terasi. undur-undur yang tidak rela diperlakukan seperti itu. langsung mengeluarkan pedangnya dari dalam mulut. dan semut juga tak mau kalah dengan mengeluarkan antenanya. dan terjadilah peperangan sengit antara semut dan undur-undur. Para generasi tua juga ikut perang.

in the end of the story is. semua semut dan undur-undur di kota MUNDUR m a t i. dan semua laluhur yang sudah mati bangun dari tidur panjangnya. dan para leluhur itu melaksanakan perlombaan tersebut.

Tamat

kesimpulan dari cerita ngaco gue:
1. sebagai panitia kita harus menentukan waktu yang tepat
2. apapun halangannya, jika waktu sudah ditetapkan kita tidak boleh MEMAJU DAN MUNDURKAN waktu seenak pantat
3. sebagai panitia harus bertanggung jawab atas tugasnya
4. jangan PHP 

#gimana nyesel gak baca cerita ngaco gue? haha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar :)
Besok dateng lagi ya ^_^